Sakit gigi bisa datang kapan saja dan bikin aktivitas jadi tidak nyaman. Karena ingin cepat meredakan nyeri, sebagian orang memilih obat sakit gigi warung yang mudah ditemukan.
Tapi apakah obat tersebut aman dikonsumsi? Tidak semua obat bisa digunakan sembarangan. Kandungan, dosis, dan kondisi tubuh perlu diperhatikan sebelum mengonsumsinya.
Kenapa Sakit Gigi Bisa Terjadi?
Sebelum membahas obatnya, penting untuk mengetahui bahwa sakit gigi bukanlah sebuah penyakit yang berdiri sendiri. Rasa sakit biasanya muncul karena ada masalah pada gigi atau jaringan di sekitarnya.
Penyebab yang cukup sering adalah gigi berlubang. Ketika lubang semakin dalam dan mencapai bagian dalam gigi, saraf bisa ikut teriritasi sehingga menimbulkan rasa nyeri. Selain itu, sakit gigi juga dapat disebabkan oleh gusi yang meradang, gigi patah, infeksi, gigi sensitif, atau masalah pada gigi bungsu.
Karena penyebabnya berbeda-beda, obat pereda nyeri hanya membantu mengurangi keluhan sementara. Masalah utamanya tetap perlu ditangani.
Apakah Obat Sakit Gigi Warung Boleh Dikonsumsi?
Lalu bagaimana dengan obat sakit gigi warung? Pada dasarnya tidak semua obat yang dijual di warung memiliki kandungan dan aturan penggunaan yang sama. Karena itu jangan hanya memilih berdasarkan merek atau klaim bahwa obat tersebut ampuh menghilangkan sakit gigi.
Sebelum membeli perhatikan nama obat, kandungan, dosis, aturan minum, tanggal kedaluwarsa, dan informasi pada kemasan. Pastikan obat memiliki izin edar resmi dan digunakan sesuai aturan.
Hindari mengonsumsi obat secara berlebihan hanya karena sakit gigi terasa sangat mengganggu. Menggabungkan beberapa obat yang ternyata memiliki kandungan serupa juga dapat meningkatkan risiko kelebihan dosis.
Jika ragu dengan obat yang akan dikonsumsi, lebih aman bertanya kepada apoteker atau dokter gigi terlebih dahulu.
Macam-Macam Obat Sakit Gigi Warung
Ada beberapa jenis obat yang biasa digunakan untuk membantu meredakan nyeri. Salah satunya adalah paracetamol yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa sakit dan demam. Obat ini cukup umum dan tersedia dalam berbagai bentuk.
Selain paracetamol ada obat antiinflamasi nonsteroid atau NSAID seperti ibuprofen. Obat ini dapat membantu mengurangi rasa sakit sekaligus peradangan. Namun ibuprofen tidak cocok untuk semua orang. Orang dengan kondisi kesehatan tertentu perlu berkonsultasi terlebih dahulu sebelum menggunakannya.
Ada pula obat pereda nyeri lain yang biasanya digunakan berdasarkan kondisi pasien. Penggunaannya sebaiknya mengikuti petunjuk pada kemasan atau rekomendasi tenaga kesehatan.
Yang perlu diingat obat pereda nyeri gigi bukan obat untuk menyembuhkan gigi berlubang atau infeksi. Obat hanya membantu mengendalikan rasa sakit untuk sementara.
Jangan Sembarangan Minum Antibiotik
Salah satu kesalahan yang cukup sering dilakukan ketika sakit gigi adalah mencari obat sakit gigi paling ampuh di warung, kemudian mengonsumsi antibiotik tanpa pemeriksaan.
Antibiotik bukan obat pereda nyeri biasa. Obat ini digunakan untuk menangani infeksi bakteri tertentu dan penggunaannya harus berdasarkan penilaian dokter. Jadi, jangan membeli atau menggunakan antibiotik sendiri hanya karena gigi terasa sakit atau bengkak.
Begitu juga dengan obat yang tidak jelas kandungannya. Walaupun rasa sakit mungkin berkurang setelah meminumnya, bukan berarti penyebab sakit gigi sudah hilang.
Kapan Sakit Gigi Harus Diperiksa?
Kalau sakit gigi hanya muncul sebentar dan membaik setelah menggunakan obat pereda nyeri, tetap perhatikan kondisinya. Jangan menjadikan obat sebagai solusi setiap kali gigi terasa sakit.
Sebaiknya segera periksa ke klinik gigi jika rasa sakit berlangsung lama, semakin parah, gusi atau wajah mengalami pembengkakan, muncul demam, keluar nanah, sulit membuka mulut, atau sakit sampai mengganggu tidur dan aktivitas sehari-hari.
Pemeriksaan diperlukan supaya dokter bisa mengetahui penyebabnya. Misalnya, gigi berlubang mungkin membutuhkan tambal gigi, sedangkan kerusakan yang sudah mencapai saraf bisa membutuhkan perawatan saluran akar. Jadi, jenis perawatannya memang tergantung pada kondisi gigi.
Kesimpulan
Obat sakit gigi warung boleh dikonsumsi selama kandungannya jelas, memiliki izin edar, dan digunakan sesuai aturan. Namun obat hanya membantu meredakan nyeri sementara, bukan mengatasi penyebabnya.
Jika sakit gigi terus berulang sebaiknya periksa ke dokter gigi untuk mengetahui penyebab dan mendapatkan perawatan yang tepat.